Sekilas tentang Program Konversi Minyak Tanah ke LPG

Setiap tahunnya pemerintah menganggarkan dana +Rp 50 Trilyun untuk mensubsidi BBM: minyak tanah, premium dan solar. Dari ketiga jenis bahan bakar ini, minyak tanah adalah jenis bahan bakar yang mendapat subsidi terbesar (lebih dari 50% anggaran subsidi BBM digunakan untuk subsidi minyak tanah). Dari tahun ke tahun anggaran ini semakin tinggi, karena trend harga minyak dunia yang cenderung meningkat.

Secara teori, pemakaian 1 liter minyak tanah setara dengan pemakaian 0.57 kg LPG. Dengan menghitung berdasarkan harga keekonomian minyak tanah dan LPG, subsidi yang diberikan untuk pemakaian 0.57 kg LPG akan lebih kecil daripada subsidi untuk 1 liter minyak tanah.

Secara nasional, jika program Konversi Minyak Tanah ke LPG berhasil, maka pemerintah akan dapat menghemat 15-20 Trilyun subsidi BBM per tahun. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari Konversi Minyak Tanah ke LPG adalah:

* Mengurangi kerawanan penyalahgunaan minyak tanah
* Mengurangi polusi udara di rumah/dapur
* Menghemat waktu memasak dan perawatan alat memasak
* Dapat mengalokasikan minyak tanah untuk bahan bakar yang lebih komersil (misalnya bahan bakar pesawat/avtur)
* Meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Ketua DPR: LPG 3Kg Harus Ada di Pasaran

Jakarta, (Analisa)

Ketua DPR Agung Laksono meminta Pertamina, sebagai perusahaan yang dimandati untuk mendistribusi LPG, segera mencari jalan keluar agar LPG 3kg segera ada dipasaran.
“Sekarang yang penting, senin atau besok sudah ada dipasaran,” tegas Agung di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Agung menyarankan, kalau perlu ada operasi pasar. Dalam hal ini pertamina sebagai penerima mandat harus bertanggung jawab. Agung menganggap, Pertamina tidak bisa menyalahkan siapa-siapa mengenai kelangkaan ini, Pertamina hanya harus memikirkan sistem menajemen yang lebih baik. “Pengalaman sudah cukup, infrastruktur cukup, tenaga ahlinya cukup banyak, dananya ada, apa lagi. Persoalannya soal manajemen saja,” tegasnya.

Masalah kemungkinan adanya penggantian penerima mandat distribusi, Agung mengatakan, yang penting sekarang LPG ada di masyarakat.  “Nanti dilihat lagi apakah harus diganti atau tidak, tapi sekarang tolonglah dulu masyarakat,” ujar Agung.

Ketika ditanyakan,  apakah kegagalan distribusi ini dapat menyebabkan pertamina kehilangan hak distribusinya, Agung hanya menjawab singkat “Itu nanti dikaji lagi lebih dalam.” Menurutnya, yang lebih penting untuk saat ini, menyediakan kembali LPG 3kg untuk masyarakat.  (Ant)